Kebahagaan itu bukan dari apa yang kita dapatkan, tetapi kebahagiaan itu dari apa yang kita rasakan.
Walaupun tidak dapat Aceh Merdeka, yang penting rasa merdeka dari segala bentuk tekanan-tekanan adalah kebahagiaan yang haqiqi.
Adapun tidak dipungkiri bahwa semasa konflik tidak hanya warga non-atjeh yang menderita, tetapi orang aceh sendiri juga merasakan ketidaknyamanan dan ini membuat kita terus dalam keterpurukan.
Dan kedamaian itu kini telah kita rasakan, maka inilah kemerdekaan itu sesungguhnya.
yup kemerdekaan bagi yang tidak merasakan, tidak pernah menyadari bahwa dirinya dan bangsanya sebagai sapi peras…
dulu waktu indone dijajah, antek2 kompeni juga merasa sangat merdeka, hidup mewah, mereka tak pernah tertekan… ya kemerdekaan cuma bagi mereka walaupun rakyat banyak tertindas…
dan di saat rakyat indone ingin merdeka, melawan penjajahan, rakyat sendiri juga yg banyak tertindas, tapi setelah itu apa yang mereka rasakan? kemerdekaan… layaknya penyelam buta yang menyelami laut dalam yang hitam pekat mencari mutiara, tapi dengan kegigihan dan keyakinan mutira itu dia dapatkan akhirnya…
open your minds brother…
jangan cuma berkata cukuplah Allah bagiku sedangkan kita tak pernah mau melihat realita hidup, tak pernah mau berusaha keluar dari kebodohan dan kemiskinan… ada pepatah “terkadang katak juga berpikir kapan dia bisa keluar dari tempurung?”
jangan cuma bertumpu pada takdir, jangan pernah mendahului nasib… takdir berubah dengan usaha dan doa… tau kan?
tak usah panjang lebar… sekali lagi buka mata lihatlah realita hidup… negara ini apa dan siapa, dan kita ini sebagai apa…
Kebahagaan itu bukan dari apa yang kita dapatkan, tetapi kebahagiaan itu dari apa yang kita rasakan.
Walaupun tidak dapat Aceh Merdeka, yang penting rasa merdeka dari segala bentuk tekanan-tekanan adalah kebahagiaan yang haqiqi.
Adapun tidak dipungkiri bahwa semasa konflik tidak hanya warga non-atjeh yang menderita, tetapi orang aceh sendiri juga merasakan ketidaknyamanan dan ini membuat kita terus dalam keterpurukan.
Dan kedamaian itu kini telah kita rasakan, maka inilah kemerdekaan itu sesungguhnya.
Hasbunalloh wan’mal wakiil !!!
By: Abu Aqil As-Salafy on February 24, 2008
at 2:16 am
thanks for the comment…
yup kemerdekaan bagi yang tidak merasakan, tidak pernah menyadari bahwa dirinya dan bangsanya sebagai sapi peras…
dulu waktu indone dijajah, antek2 kompeni juga merasa sangat merdeka, hidup mewah, mereka tak pernah tertekan… ya kemerdekaan cuma bagi mereka walaupun rakyat banyak tertindas…
dan di saat rakyat indone ingin merdeka, melawan penjajahan, rakyat sendiri juga yg banyak tertindas, tapi setelah itu apa yang mereka rasakan? kemerdekaan… layaknya penyelam buta yang menyelami laut dalam yang hitam pekat mencari mutiara, tapi dengan kegigihan dan keyakinan mutira itu dia dapatkan akhirnya…
open your minds brother…
jangan cuma berkata cukuplah Allah bagiku sedangkan kita tak pernah mau melihat realita hidup, tak pernah mau berusaha keluar dari kebodohan dan kemiskinan… ada pepatah “terkadang katak juga berpikir kapan dia bisa keluar dari tempurung?”
jangan cuma bertumpu pada takdir, jangan pernah mendahului nasib… takdir berubah dengan usaha dan doa… tau kan?
tak usah panjang lebar… sekali lagi buka mata lihatlah realita hidup… negara ini apa dan siapa, dan kita ini sebagai apa…
By: paradox on February 24, 2008
at 6:03 am